“ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”------------------------------------------------------------------------
Arti dari semboyan di atas adalah: seorang pendidik harus memberikan contoh yang baik, pendidik harus menciptakan prakarsa atau ide, dan seorang pendidik harus memberikan dorongan dan arahan.
Saya merasa semangat dari seorang negarawan besar seperti Ki Hadjar Dewantara merupakan daya juang yang amat besar untuk memajukan pendidikan di negeri ini. Tetapi di dalam kenyataannya semangat dari semboyan tersebut semakin hari seolah semakin mengecil maknanya. Justru beban pendidikanlah yang sekarang membesar dengan sistem dan biaya yang teramat mahal dijangkau masyarakat menengah ke bawah.
Gagasan inilah yang saya angkat dalam kesempatan pameran tunggal saya yang ke dua kali ini, terlebih pada ironi-ironi dan keanehan yang terjadi, seperti pada kasus meningkatnya angka ketidak lulusan siswa siswi sekolah dalam ujian. Persoalan ini muncul karena ketidakberdayaan para siswa menghadapi sistem ujian standar nasional. Apa yang menjadi dasar tolok ukur standar nasional tidak sebanding dengan sarana dan prasarananya di daerah non-kota sendiri sangat jauh dari standar.
Ironi yang lain misalnya pada kasus biaya sekolah yang membumbung tinggi. Mahalnya pendidikan telah menunjukkan terjadinya disfungsi pendidikan sebagai salah satu hak dasar setiap orang untuk dapat tumbuh-berkembang dan mendapatkan pendidikan. Sekolah-sekolah seolah menjelma menjadi institusi gaya hidup, dan menjadi sangat mahal untuk dijangkau. Masih di tambah lagi persoalan-persoalan diluar sistem pendidikan tersebut. Misalnya pada kasus banyaknya produk-produk yang ditujukan untuk merangsang daya beli bagi para pelajar baik yang wajib maupun untuk kepentingan sekunder (kebutuhan buku paket, les tambahan, dan kebutuhan yang lain). Secara tidak langsung, sistem pendidikan seolah tidak hanya membebani siswa, namun juga berjuta orang tua kelas menengah kebawah di negara ini.
Saya yakin kita juga akan berusaha mati-matian menyekolahkan anak-anak kita untuk tetap mengenyam bangku pendidikan, namun sampai kapan persoalan mahalnya pendidikan di negara kita akan teratasi? Dan kemana arah pendidikan ini akan berjalan?
Anang Saptoto
@ 60cm x 45cm (4 panel), Cetak di atas kertas foto, Glasswood, 2009
-----------------------------------------------------
Mengecil (Profil Menteri Pendidikan)
9cm x 6cm (20 buku), Cetak di atas kertas matpaper, jilid hardcover, 2009
-----------------------------------------------------Sistem
Video PAL (Stopmotion),, instalasi, performen, 2009
-----------------------------------------------------Where are we going now!
Video PAL (Stopmotion), Durasi: 1 menit, 7 detik
-----------------------------------------------------
Opening







0 comments:
Post a Comment